🏛 Keunggulan Program Studi
1. Ilmu Biologi Oral
Unggul di bidang ini diartikan bahwa PS MIKG memiliki keunggulan dalam pengembangan dan pemanfaatan bahan alam serta herbal untuk aplikasi kesehatan rongga mulut, dengan pendekatan berbasis biologi molekuler dan rekayasa jaringan. Kurikulum dalam peminatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam pembuatan sediaan herbal seperti mouthwash dan pasta gigi, pemahaman mekanisme seluler dan molekuler melalui pembelajaran biomolekuler, serta pengenalan pemanfaatan stem cell dalam bidang kedokteran gigi. Dalam mata kuliah Pemanfaatan Bahan Alam, mahasiswa juga dikenalkan dengan bahan-bahan herbal halal serta pemanfaatannya sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, mahasiswa dilatih keterampilan laboratorium seperti imunohistokimia, RT-PCR, dan analisis jaringan, serta kemampuan ilmiah melalui penulisan artikel review ilmiah. Dengan bekal ini, lulusan kepeminatan diharapkan mampu menjadi peneliti, dosen, inovator produk kesehatan mulut berbasis herbal, dan kontributor aktif dalam pengembangan ilmu biomedik kedokteran gigi yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
2. Ilmu Kedokteran Gigi Komunitas
Unggul di bidang ini diartikan bahwa PS MIKG memiiki keunggulan melalui kemampuan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pelayanan kesehatan gigi masyarakat dengan pendekatan berbasis syariah. Ini mencakup aspek manajemen, edukasi kesehatan, serta kebijakan kesehatan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islami seperti keadilan, maslahat, dan amanah dalam pelayanan. Peminatan Ilmu Kedokteran Gigi Komunitas memiliki keunggulan dalam penekanan pada manajemen rumah sakit berbasis syariah, khususnya dalam konteks manakemen pelayanan kesehatan. Kurikulum dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen rumah sakit syariah, termasuk di dalamnya pembelajaran mengenai kode etik rumah sakit syariah, standar akreditasi fasilitas kesehatan berbasis syariah, kode etik dokter dalam perspektif Islam, serta proses akreditasi rumah sakit sesuai standar syariah. Dengan bekal keilmuan ini, lulusan kepeminatan diharapkan tidak hanya kompeten sebagai tenaga kesehatan komunitas, tetapi juga memiliki kapasitas sebagai asesor, manajer, atau pimpinan institusi kesehatan yang mampu membawa lembaganya meraih akreditasi syariah serta berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan yang berintegritas dan sesuai nilai-nilai Islam.


